Berita Populer di Indonesia

8 Penyebab Membengkaknya Biaya Bangun Rumah

Membangun rumah memang memakan waktu lebih banyak dibandingkan membeli rumah yang jadi. Namun, ada kepuasan tersendiri sehingga membuat orang ingin membangun rumah. Meski menyenangkan, dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Bahkan terkadang dana membengkak. Banyak penyebabnya seperti tidak jeli menyewa jasa bangun rumah dan penyebab lainnya di bawah ini.

Faktor Cuaca
Pembangunan rumah tidak bisa ditunda karena rumah merupakan kebutuhan primer. Hal yang sering diabaikan saat membangun rumah yaitu cuaca. Anda sebaiknya membangun rumah saat musim kemarau. Pembangunan rumah pada musim hujan akan mengulur waktu karena semen lama kering.
Tukang juga tidak mungkin bekerja saat cuaca tidak memungkinkan. Sehingga, penundaan pekerjaan pun dilakukan. Hal inilah yang membuat pengeluaran bertambah karena menambah hari kerja tukang.

Salah Perhitungan
Perencanaan yang tidak tepat dapat membuat dana membengkak. Sebaiknya Anda mempersiapkan dana yang digunakan untuk kemungkinan terburuk. Meski rumah yang dibangun kecil, jika desain rumit akan membuat biaya tambahan. Kualitas dan kuantitas bahan, jasa, dan waktu pengerjaan harus diperhatikan. Pastikan jumlahnya pas, tidak kurang maupun lebih.

Mengabaikan Hal-Hal Kecil
Nampaknya, hal kecil sangat berpengaruh. Meski sedikit jika menumpuk akan menjadi banyak. Kebutuhan bahan yang terlihat seperti papan, batu bata, dan lainnya biasanya Anda letakkan di awal. Sedangkan biaya kecil-kecil tidak masuk dalam anggaran. Hal ini yang menjadi biaya bertambah tanpa diduga.

Pemilihan Tukang yang Tidak Sesuai
Jasa bangun rumah, tukang atau ahli bangunan memiliki peran penting dalam membangun rumah. Anda tentu berharap hasil yang maksimal. Sebelum memutuskan untuk memakai jasa tukang, ada baiknya Anda mempelajari cara kerja mereka.

Kurangnya kemampuan tukang akan membuat kegagalan dalam pengerjaan atau semakin lama proses sehingga biaya semakin besar. Agar bisa hemat biaya maka pilih tukang yang benar-benar kompeten. Biaya biasa dengan lembur berbeda, sehingga bisa berbeda dengan rancangan dana sebelumnya.

Keinginan yang Terus Bertambah
Meskipun arsitek sudah mempersiapkan sebuah rancangan proyek bangun rumah yang disepakati bersama. Namun, keinginan Anda akan terus muncul karena referensi lain dari luar. Munculnya keinginan ini membuat mengubah rencana awal. Sehingga butuh membeli bahan tambahan. Hal inilah yang membuat dana membengkak.

Bahan Bangunan
Jika Anda sudah memilih semua bahan yang akan digunakan, maka bisa menghindari bengkaknya biaya. Umumnya, biaya rumah membengkak saat pengerjaan sudah di tahap akhir. Anda dengan mudah tergoda untuk sering mengubah bahan. Padahal tahap akhir merupakan biaya termahal yang dikeluarkan.

Kontraktor dan Pemborong
Sebaiknya lebih berhati-hati saat memilih kontraktor atau pemborong. Pembohongan dan kenakalan bisa saja terjadi tanpa sepengetahuan Anda. Terlebih ini adalah kali pertama Anda membangun rumah. Penipuan bisa saja terjadi dengan kesengajaan.

Orang jahat bisa memanfaatkan situasi ini dengan menaikkan harga. Sebaiknya menggunakan kontraktor atau pemborong yang Anda kenal sebelumnya. Sehingga Anda percaya penuh dengan mereka. Selain itu, kerja mereka terjamin.

Kenaikan Harga
Seperti yang Anda tahu, harga barang terlebih material bangunan selalu mengalami kenaikan. Saat akan membangun rumah, Anda harus segera membeli bahan saat dana sudah siap dan harga tidak begitu mahal. Sehingga saat ada kenaikan harga Anda tidak perlu menambah anggaran untuk membeli material. Pembelian bahan mendadak juga membuat anggaran membengkak.

Biaya membengkak saat bangun rumah wajar terjadi. Namun, jika membengkak sangat banyak, hal ini perlu dihindari. Oleh karenanya, semua faktor harus dipertimbangkan dulu. Anda bisa memakai jasa bangun rumah yang lebih berpengalaman seperti sejasa.com. Ini salah satu mencegah kerugian dan sebuah antisipasi.